| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
>
UIN JAKARTA
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UIN JAKARTA
FISIP UIN JAKARTA
FAKULTAS KEDOKTERAN UIN JAKARTA
FAKULTAS PSIKOLOGI UIN JAKARTA
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Akhlak Tasawwuf
Berakhlak Terhadap Allah
Sholat Tahajud dan Puasa Senin Kamis
Pengalaman berakhlak saya terhadap Allah yang paling berarti yaitu ketika saya menjalankan sunnah sholat tahajud dan puasa senin kamis. Pada bulan Ramadhan 1342H atau bulan Ramadhan pada 2011 saya rutin bisa mengerjakan solat tahajud sebelum sahur.
Disaat tersebut hati saya tergerak untuk melakukan sholat sunnah tersebut sebelum sahur. Begitu banyak berkah yang saya dapatkan selama menjalankan ibadah tersebut. Karna kita sendiri dapat mengetahui bahawa Rasul sendiri telah menganjurkan untuk melaksanaan ibadah tersebut karna berguna sebagai pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala macam penyakit dari tubuh.
Saya rasakan nikmat ibadah tersebut setelah bulan Ramadhan berakhir, setiap malam saya pasti terbangun untuk mengerjakan sholat tersebut dan rasanya belum afdol kalau belum melakukannya. Ada rasa kepuasan tersendiri bisa menjalankan ibadah tersebut. Betu banyak berkah yang dapatkan setelahnya seperti membuat pikiran tenang, lebih siap menjalani hidup dan lebih mudah memahami pelajaran di sekolah.
Hal tersebut juga terjadi pada ibadah yang sempat saya rutin kerjakan yaitu puasa senin kamis. Setelah beranjak usia saya ke 17 tahun saya mencoba membiasakan puasa pada senin dan kamis. Seperti ibadah sholat tahajut yang diatas, ketika saya mencoba beberapa kali untuk melakukan puasa selama waktu berjalan saya pun mulai terbiasa. Tanpa ada paksaan disaaat malam saya terbangun sendiri untuk sahur menjalankan puasa esok hari. Hanya dengan niat sebelum tidur saya dapat terbangun di malam hari untuk sahur.
Jadi dari kisah saya ini jika hal baik yang sudah menjadi kebiasaan harus tetap dijalankan karna manfaat yang didapatkan akan baik untuk diri sendiri. Dan jika kebaikan tersebut dihilangkan anda akan menyesal karana susah untuk memulai kembali.
Ar-Rahman ayat 33
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
يَامَعْشَرَالْجِنِّوَالْإِنسِإِنِ اسْتَطَعْتُمْأَنتَنفُذُوامِنْأَقْطَارِالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضِفَانفُذُوا لَاتَنفُذُونَإِلَّابِسُلْطَانٍ
Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.
Ayat ini menyeru jin dan manusia jika mereka sanggup menembus, melintasi penjuru langit dan bumi karena takut akan siksaan dan hukuman Allah, mereka boleh mencoba melakukannya, mereka tidak akan dapat berbuat demikian. Jika mereka tidak mempunyai kekuatan sedikit pun dalam menghadapi kekuatan Allah Subhanahu wa Taala. Dan membuktikan bahwa kita sebagai makhluk tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT.
Saya mengamalkan ayat tersebut saat sholat dan setelah sholat. Pengalaman saya selama mengamalkan ayat tersebut yaitu, kita sebagai manusia bisa menempatkan dimana saat ini kita berada. Kita jadi manusia lebih merasa merendah dan tidak boleh sombong. Lebih mengingatkan kepada kita akan kekuatan Allah SWT yang tak ada bandingannya. Menjalankan segala perkejaan dengan minta pertolongan kepada Allah dan atas perizinan-Nya. Karna di jika kita menjalankan perkerjaan tanpa perizinan-Nya segala pekerjaan kita akan sia-sia tidak ada kepuasan secaran lahir dan batin. Mengajarkan kita untuk selalu menjaga tingkah laku atau prilaku kita dalam kehidupan sehari-hari bahwa Allah selalu mengawasi kita. Dan kita sebagai makhluknya harus selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Rusnawati Sani / 1113051000115 / KPI 1C / 14:07 / Kamar / Sehat
1. Surat Ar – rahman ayat 1-13
Pengalaman Rusna Mengamalkan Atau Mendalamkan Surat Ar – rahman Setelah Sholat Fardu / Setiap Saat.
Masih banyak tugas kuliah yang harusnya aku selesaikan, namun perasaan dan pikiran malas lah yang menghampiri diriku, sehingga sulit rasanya untuk menggerakan kaki dan tanganku kemeja belajar. Lalu ketika selesai sholat magrib, seperti biasa aku membaca al-qur`an dan tanpa disadari hatiku tergerak untuk membaca dan bahkan menghafalkan beberapa ayat dari surat ar-rahman. Subhanallah, entah kenapa setelah membaca dan menghafalkannya hatiku terasa damai ataupun tentram kemudian perasaan malaspun seperti hilang perlahan, karena setelah itu aku jadi bisa mengerjakan tugas kuliahku dengan lancar. Aku berpikir mungkin itu hanya kebetulan, lalu dihari berikutnya aku mencoba membaca dan menghafalkannya kembali dengan kondisiku yang pada saat itu sedang kecapean atau lelah setelah pulang dari kampus. Lagi – lagi terjadi perubahan atas apa yang aku alami, rasa cape ataupun lelah terasa lenyap begitu saja. Saat proses penghafalan surat ar-rahman dari ayat pertama hingga ayat ke tiga belas pun, aku merasa sangat bersyukur atas apa yang telah aku miliki saat ini. Aku mencoba memahami arti ayat demi ayat yang menggetarkan hati ku. Tidak hanya seusai sholat, aku mencoba mengaplikasikannya ketika diriku sedang jenuh dan bosan, kemudian aku pun membaca beberapa ayat ar-rahman yang telah kuhafal. Beberapa saat kemudianpun, rasa jenuh dan bosanpun hilang, aku merasa jauh lebih aktif dari yang sebelumnya. Aku benar – benar tidak tahu bahwa ayat – ayat suci al-qur`an memiliki kekuatan positif yang sangat besar dan aku sangat menyukainya. Oleh karena itu, insyaallah atas izin allah, mulai sekarang aku akan mencoba untuk selalu membaca dan menghafalkan surat ar-rahman ayat demi ayat agar aku selalu ada dalam lindungan-NYA.
Rusnawati Sani / (1113051000115) / KPI 1 C / 7:57 / Kamar / Menyenangkan.
KEBAHAGIAAN DARI ALLAH SWT
YANG INDAH PADA WAKTUNYA
Saat itu aku masih duduk di bangku sekolah menengah akhir dan aku sedang bingung untuk menentukan jurusan serta universitas apa yang sebaiknya aku pilih. Akhirnya ketika aku membicarakan dengan salah satu guru kesayanganku, beliau menyarankanku agar memberikan semua keputusannya kepada Allah SWT. Lalu aku menanyakan kepada beliau bagaimana caranya? beliau mengatakan dengan sholat istikharah maka aku akan mendapatkan jawabannya. Kemudian aku pun mengikuti apa yang di sarankan oleh beliau yaitu untuk sholat istikharah. Hari pertama, aku masih belum bisa menetukan pilihan begitupun dengan hari kedua, ketiga, dan seterusnya. Lalu aku menemui guruku kembali dan menanyakan kenapa aku belum juga mendapatkan jawaban tersebut? beliau mengatakan bahwa Allah SWT mempunyai rencana lain untukku oleh karena itu aku harus bersabar.
Salah satu temanku yang juga sholat istikharah untuk mentukan jawaban dari kebingungannya telah mendapatkan jawabannya. Aku penasaran bagaimana dia bisa mendapatkan jawabannya, dan dia mengatakan dengan "Mimpi".
Temanku yang lain, yang juga sholat istikharah pun telah mendapatkan jawabannya. Dia bilang bahwa keteguhan dan keyakinan hatinya lah yang menjadi penentunya. Aku pun kembali lagi menemui guruku dan bertanya bagaimana bisa hal itu terjadi, dan beliau mengatakan bahwa Allah SWT dapat melakukan apapun yang tidak mungkin menjadi mungkin, kenapa beliau menyarankanku untuk memberikan keputusannya kepada Allah SWT? karena segala apa pun yang dipilihkan Allah SWT untuk makhluknya, hal itu merupakan yang terbaik untuknya.
Kemudian, aku masih belum tahu dengan cara apa Allah SWT akan mengirimkan jawaban – Nya untuk ku. Hari untuk menentukan pilihan jurusan serta universitas apa yang akan aku pilih telah tiba, dengan membaca basmallah aku memilihnya. Hari - hari telah berlalu, bulan demi bulan pun silih berganti, aku telah mengikuti Ujian Nasional dan sederetan ujian – ujian yang lainnya hingga akhirnya waktu penentuan kelulusanku. Alhamdulillah dengan menyebut nama Allah SWT aku pun lulus dari bangku sekolah menengah akhir dan tinggal menunggu apakah aku lulus dalam jalur undangan untuk memasukki universitas pilihanku atau tidak.
Terkejut. Universitas yang menjadi pilihanku dalam jalur undangan masuk universitas itu, tidak menerimaku. Kecewa karena aku gagal, lalu guruku menenangkan dan memberikan semangat padaku bahwa aku tidak gagal hanya saja, bukan dari jalan ini lah aku akan mendapatkan universitas, mungkin Allah SWT ingin melihatku berjuang lebih keras lagi dari yang sebelumnya.
Ujian jalur seleksi bersama pun aku ikuti tetapi masih belum juga mendapatkan universitas, sempat putus asa dan juga merasa bersalah kepada kedua orang tua ku yang telah berharap kepadaku. Hingga akhirnya jalur terakhir yang aku harapkan, yaitu jalur mandiri untuk memasukki sebuah universitas.
Terus berdoa dan berpikiran positif hal itu lah yang aku lakukan, aku berdoa agar Allah SWT memberikan yang terbaik untukku dan berpikiran positif bahwa Allah SWT sangat menyayangiku sehingga DIA ingin aku selalu dekat dengan-Nya.
Hasil pengumuman telah keluar, ada perasaan takut untuk melihatnya sehingga aku memutuskan untuk menunda melihat pengumuman tersebut tetapi salah satu temanku mengabarkan kepadaku bahwa aku lulus, aku benar – benar lulus.
Lega, rasanya seperti bisa bernafas kembali. Apa yang ditunggu – tunggu dan dinanti – nanti telah aku dapatkan. Aku sangat bersyukur, masih diberikan kesempatan untuk dapat belajar kembali banyak orang yang tidak seberuntung aku. Ini semua berkat kesabaran, doa, usaha, serta selalu berpikir positif bahwa Allah SWT pasti akan memberikan jawaban-Nya dan pasti juga akan memberikan yang terbaik, yang akan indah pada waktunya. Karena itu aku tidak akan pernah menyerah dan kalah dengan kegagalan.