>

SLIDE 2

UIN JAKARTA

This is default featured slide 2 title

FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UIN JAKARTA

This is default featured slide 4 title

FAKULTAS KEDOKTERAN UIN JAKARTA

This is default featured slide 5 title

FAKULTAS PSIKOLOGI UIN JAKARTA

WELCOME

SELAMAT DATANG DI BLOG KPI 1 C UIN JAKARTA 2013, THX FOR VISIT... @Admin

Minggu, 24 November 2013

BREAKING NEWS

Ayoo mari share video breking news kalian d blog ini...


my video :



Sabtu, 23 November 2013

metode-metode dalam sosiologi _dhiyaurr

METODE-METODE DALAM SOSIOLOGI
Pada dasarnya terdapat dua jenis metode dalam sosiologi yaitu metode kualitatif dan metode kuntitatif. Metode kualitatif mengutamakan bahan yang tidak dapat di ukur dengan angka-angka. Walaupun bahan-bahannya nyata di dalam masyarakat. Dalam metode kualitatif terdapat metode historis dan metode komparatif. Metode historis menggunakan analisis peristiwa-peristiwa dalam waktu silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum. Kalau mtode komparatif mementingkan perbandingan antara bermacam-macam masyarakat beserta bidang-bidangnya, untuk memperoleh perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan serta sebab-sebabnya. Dengan bertujuan agar mendapatkan petunjuk-petunjuk mengenai perilaku masyarakat pada masa lalu dan masa sekarang dan juga mengenai masyarakat-masyarakat yang mempunyai tingkat peradaban yang berbeda ataupun yang sama. Ada metode studi kasus yang bertujuan untuk mempelajari sedalam-dalamnya salah satu gejala nyata dala kehidupan masyarakat. Metode ini di gunakan untuk menelaah suatu keadaan kelompok atau masyarakat setempat, lembaga-lembaga ataupun individu-individu. Alat-alat yang di gunakan oleh metode studi kasus ialah wawancara, pertanyaan-pertanyaan dan dari daftar pertanyaan-pertanyaan, lalu particant observer technique dan lain-lain. Metode kualitatif tersebut dalam istilah bahasa jerman dapat dinamakan sebagai metode berdaarkan verstehen (pengertian).
            Metode kuantitatif mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka, sehingga gejala-gejala yang di teliti dapat di ukur dengan menggunakan skala-skala, indeks, table dan formula-formula yang semuanya itu sedikit banyaknya mempergunakan ilmu yang pasti atau matematika. Ysng tersuk jenis metode kuantitatif adalah metode statistic yang bertujuan menelaah gejala-gejala sosial secara matematis. Lalu di temukanlah sociometry, teknik ini mempergunakan skala-skala dan angka-angka untuk mempelajari hubunga-hubugan antar manusia dalam masyarakat.
            Selain metode-metode di atas, metode sosiologi lainnya di dasari pada penjenisan antara metode induktif  yang mempelajari suatu gejaa yang khusus untuk mendapatkan kaidah-kaidah yang berlaku dalam lapangan yang lebih luas dan metode deduktif yang mempergunakan proses sebaliknya yaitu muali dengan kaidah-kaidah yang di anggap berlaku umum untuk kemudian di pelajari dalam keadaan yang khusus.
 
Penggolongan metode-metode sosiologi dalam jenis metode empiris yang menyandarkan diri pada keadaan-keadaan yang nyata di dapat di dalam masyarakat, dan jenis metode rationalistis yang mengutamakan pemikiran dengan logika dan pikian sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah-masalah kemasyarakatan. Metode empiris dalam ilmu sosiologi modern di wujudkan dengan research atau penelitian yaitu cara mempelajari suatu masalah secara sistematis dan intensif untuk mencapai pengetahuan yang lebih banyak mengenai masalah tersebut.metode rationalistis banyak digunakan dahulu, sekarang masih ada fungsionalisme yang digunakan oleh para sarjana sosiologi di eropa. Dan akhirnya sosiologi erring menggunakan metode fungsionalisme. Secara singkat metode ini bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat. Metode terebut berpendirian pokok bahwa unsur-unsur yng membentuk masyarakat mempunyai hubungan hubungan timbal-balik yang saling mempengaruhi.
Metode-metode tersebut bersifat saling melengkapi da para ahli sosiologi seringkali menggunakan lebih dar satu metode untuk menyelidiki objek.

Sumber : Soerjono Soekanto, SOSIOLOGI SUATU PENGANTAR edisi keempat, Rajawali Pers, Jakarta, 1990

sosiologi NiaNadia_140

The Vision of Labor in Society

The vision of Labour in Society (Durkheim, 1893/1964) dikenal sebagai karya sosiologi klasik pertama (Tiryakian, 1994). Di dalamnya Durkheim melacak perkembangan modern relasi individu dengan masyarakat. Dalam karya ini Durkheim terutama ingin menggunakan ilmu sosiologi barunya untuk meneliti sesuatu yang sering di lihat sebagai krisis moralitas. Durkheim berpendapat bahwa pembagian kerja yang tinggi bukannya menandai keruntuhan sosial, melainkan melahirkan moralitas sosial jenis baru. Tesis The Division of Labor adalah bahwa masyarakat modern tidak di ikat oleh kesamaan antara orang-orang yang melakukan perkerjaan yang sama, akan tetapi pembagian kerjalah yang mengikat masyarakat dengan memaksa mereka agar tergantung satu sama lain.

Solidaritas mekanis dan organis

Perubahan dalam pembagian kerja memiliki implikasi yang sangat besar bagi struktur masyarakat. Durkheim sangat tertarik dengan perubahan cara dimana solidaritas terbentuk, dengan kata lain, perubahan cara-cara masyarakat bertahan dan bagaimana anggotanya melihat diri mereka sebagai bagian yang utuh. Durkheim membagi dua tipe solidaritas mekanis dan organis. Mesyarakat yang di tandai oleh solidaritas mekanis menjadi satu dan padu karena seluruh orang adalah generalis. Ikatan dalam masyarakat seperti ini terjadi karena mereka terlibat dalam aktivitas yang sama dan memiliki tanggung jawab yang sama. Sebaliknya, masyarakat yang di tandai oleh solidaritas organis bertahan bersama justru dengan perbedaan yang ada di dalamnya, dengan fakta bahwa semua orang memiliki pekerjaan dan tanggung jawab yang berbeda-beda.

Dinamika Penduduk

 Bagi Durkheim, pembagian kerja adalah fakta sosial meterial karena merupakan bagian dari interaksi dalam dunia sosial. Oleh karena itu, fakta sosial mesti dijelaskan dengan fakta sosial yang lain. Durkheim meyakini bahwa perubahan solidaritas mekanis menjadi solidaritas organis disebabkan oleh dinamika pnduduk. Perbedaan terakhir antara solidaritas mekanis dan solidaritas adalah bahwa masyarakat dengan solidaritas organis, kompetisi yang kurang dan diferensi yang tinggi memungkinkan orang bekerja sama dan sama-sama di topang oleh sumber daya yang sama.

Hukum Represif dan Restiutif

Pembagian kerja dan dinamika penduduk adalah fakta sosial material, akan tetapi ketertarikan utama Durkheim justru bentuk solidaritas, yang merupakan fakta sosial non material secara langsung. Durkheim berpendapat bahwa masyarakat dengan solidaritas mekanis di bentuk oleh hukum represif, karena anggota masyarakatnya jenis ini memiliki kesamaan satu sama lain dan karena mereka cenderung sangat percaya pada moralitas bersama. Sebaliknya, masyarakat dengan solidaritas organis dibentuk oleh hukum restitutif, dimana seseorang yang melanggar mesti melakukan restitusi untuk kejahatan mereka. Artinya dalam The Division Durkheim berpendapat bahwa dalam masyarakat modern bentuk solidaritas moral mengalami perubahan, bukannya hilang. Kita memiliki bentuk solidaritas yang baru yang memungkinkan adanya interpedensi yang lebih kuat dan relasi yang lebih erat dan tidak terlalu kompetitif.

Norma dan Patologi

Persoalan yang paling kontroversial dalam pendapat Durkheim adalah bahwa sosiolog mempu membedakan antara masyarakat sehat dan masyarakat patologis. Dalam The Division of Labor, Durkheim menggnakan ide patologi untuk mengkritik beberapa bentuk abnormal yang ada dalam pembagian kerja masyarakat modern. Dia membedakan 3 bentuk prilaku abnormal : (1) pembagian kerja anomik (2) pembagian kerja yang di paksakan, dan (3) pembagian kerja yang terkoordinasi dengan buruk.

Keadilan

Agar pembagian kerja dapat berfungsi sebagai moral dan secara sosial menjadi kekuatan pemersatu dalam masyarakat modern, maka anomi, pembagian kerja yang di paksakan, dan koordinasi yang kurang sempurna dari spesialisasi kerja mesti jadi ditantangi sedemikian rupa. Moralitas, solidaritas sosial, keadilan dalah tema-tema besar bagi buku pertama dalam sebuah lapangan baru. Durkheim memnag kembali lagi pada tema-tema ini dalam karya-karyanya yang kemudian, akan tetapi tidak lagi lihat berdasarkan masyarakat secara keseluruhan semuanya.

Elementary Forms of Religious Life

The Elementary Forms of Religious life adalah karya Durkheim yang paling penting, paling besar, dan paling orisinal. Teori agama Durkheim adalah masyarkat (melalui individu) menciptakan agama dan mendefinisikan fenomena tertentu sebagai sesuatu yang sakral sementara yang lain sebagai profan. Kepercayaan, ritual, dan gereja. Perbedaan antara yang sakral dan yang profan serta terangkatnya beberapa aspek kehidupan sosial ke level yang sakral memang merupakan syarat mutlak bagi keberadaan agama, namun belum cukup syarat kemungkinannya. Karena Durkheim percaya bahwa masyarakat adalah sumber agama, dia terutama sangat berminat pada tetomisme dalam masyarakat arunta di Australia. Tetomisme adalah sistem agama dimana sesuatu, bisa binatang atau tumbuhan, di anggap sakral dan jadi simbol klan. Durkheim memandang tetomisme sebagai bentuk agama yang paling sederhana dan paling primitif dan percaya bahwa totemisme terkait dengan bentuk paling sederhana dari organisasi sosial, sebuah klan.

Kategori pemahaman The Elementary Forms menghadirkan sebuah argumen tentang aal usul sosial dari enam fundamental yang telah di identifikasi oleh filsuf sebagai suatu yang esensial bagi pemahaman manusia: waktu, tempat, klasifikasi, kekuatan, kausalitas, dan totalitas. Sebagai ringkasan dari teori agama Durkheim dapat dinyatakan bahwa masyarakat adalah sumber agama, konsep tentang tuhan, dan segala sesuatu yang di anggap sakral (sebagai lawan dari profan). Dalam pengertian yang riil, maka, kita bisa menyimpulkan bahwa yang sakral, tuhan, dan masyarakat adalah satu dan sama. Durkheim percaya bahwa hal ini sangat jelas dalam dalam masyarakat primitif dan tetap berlaku sampai sekarang, meskipun hubungannya tidak tampak jelas mengingat masyarakat yang modern begitu kompleks. Sementara kesimpulan sosiologi pengetahuan Durkheim adalah klaim dia bahwa konsep dan katagori-kategori fundamental kita adalah representasi kolektif yang di ciptakan masyarakat, paling tidak awalnya melalui ritual agamanya.

 

 

Toyota Siapkan Amunisi Lawan Honda Vezel by Andika Eka Cahya 1113051000097

Tokyo, -Honda baru saja mengumumkan akan menjual low SUV bernama Vezel. Sebagai rival berat Honda, Apa yang akan dilakukan Toyota?


Mobil yang sering disebut sebagai 'Baby CR-V' ini itu muncul juga, Honda merilis Low SUV yang dinamakan Honda Vezel. Mobil ini akan mulai dijual di Jepang pada tanggal 20 Desember 2013 mendatang.


Honda mengatakan kalau Vezel merupakan model yang sepenuhnya baru dengan dia pilihan dapur pacu baik konvensional maupun hybrid.


"Ya kami sudah dengar," ujar Managing Officer Product Planning Toyota Motor Corp Satoshi Ogiso.


"Kami sadar kalau pasar low SUV sangat besar dan berpotensi. Kami sudah punya Rush, dan kami tentu memiliki rencana. Apakah akan menggunakan Rush untuk melawannya atau membuat model baru? Kami tidak bisa ungkapkan itu," lugas Ogiso.


"Tapi yang jelas, kami punya langkah sendiri. Untuk spesifik, tidak bisa dijabarkan ke publik," tuntasnya.

Toyota Siapkan Amunisi Lawan Honda Vezel

Tokyo, -Honda baru saja mengumumkan akan menjual low SUV bernama Vezel. Sebagai rival berat Honda, Apa yang akan dilakukan Toyota?


Mobil yang sering disebut sebagai 'Baby CR-V' ini itu muncul juga, Honda merilis Low SUV yang dinamakan Honda Vezel. Mobil ini akan mulai dijual di Jepang pada tanggal 20 Desember 2013 mendatang.


Honda mengatakan kalau Vezel merupakan model yang sepenuhnya baru dengan dia pilihan dapur pacu baik konvensional maupun hybrid.


"Ya kami sudah dengar," ujar Managing Officer Product Planning Toyota Motor Corp Satoshi Ogiso.


"Kami sadar kalau pasar low SUV sangat besar dan berpotensi. Kami sudah punya Rush, dan kami tentu memiliki rencana. Apakah akan menggunakan Rush untuk melawannya atau membuat model baru? Kami tidak bisa ungkapkan itu," lugas Ogiso.


"Tapi yang jelas, kami punya langkah sendiri. Untuk spesifik, tidak bisa dijabarkan ke publik," tuntasnya.

Jumat, 22 November 2013

Egha Agatha - 111 3051 000 131

How to Make a Script!
1. Premis
Pertama kemukakan ide cerita kalian ke dalam minimal 3 kalimat premis, dan lebih bagus lagi jika premis sudah memuat 5W + 1H (What, Who, Where, When, Why, How).

Rumus Premis :
Karakter yang sangat menginginkan sesuatu
tapi, mendapatkan hambatan saat mencapainya.

Contoh Premis :
Amir sangat ingin menikah dengan pacarnya, Dita.
Tapi, Dita tengah mengikuti suatu aliran yang dianggap sesat oleh negara.

2. Synopsis
Kembangkan kalimat premis kalian ke dalam 2 - 4 Paragraf.
Tulis segala hambatan - hambatan serta kebutuhan yang mendasar yang dimiliki oleh karakter.

3. Treatment
Di bagian ini lebih detail/ dikembangkan secara rinci mengenai pemisahan antara scene 1, 2, dst. pemisahan waktu, tempat, dsb.

4. SCRIPT!
ini adalah bagian dimana isi dialog mulai ditulis.

SELAMAT MENCOBA :-)

(berbagai sumber) 

CARA MENGECILKAN PERUT GENDUT_SUCI RS_136

Cara mengecilkan perut buncit

Sebagian besar perut menggelembung alias buncit disebabkan oleh faktor dasar yaitu diet dan gaya hidup. Berikut ini beberapa cara untuk menghilangkan perut buncit baik pada pria maupun wanita, cekidot :


1. Minum air
Jika kepenuhan perut disebabkan oleh penyimpanan air, Anda sebenarnya dapat mengurangi masalah tersebut dengan minum air lebih banyak. Hal ini akan mencairkan konsentrasi sodium dalam tubuh sehingga meningkatkan jumlah air yang keluar dari sistem. Minum lebih banyak air juga menjamin fungsi empedu efektif untuk mengeluarkan produk sampah. Jangan merubah konsumsi air saat diet karena banyak bahan yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan perut menggelembung.

2. Makan perlahan-lahan
Hindari makan cepat, karena ketika Anda menelan terlalu cepat, setidaknya udara tertahan dalam usus dan membentuk gas yang dapat memicu penggelembungan perut. Selalu duduk saat makan dan kunyah makan secara perlahan-lahan. Makanan yang tidak terkunyah menjadi bagian-bagian kecil tidak dapat dicerna dengan sempurna yang kemudian menghasilkan banyak gas yang menimbulkan penggelembungan.

3. Mengurangi konsumsi garam
Terlalu banyak garam dalam diet menambah ektra sodium terhadap cairan tubuh yang memperlambat mekanisme sehingga mendorong air keluar dari sel. Akibatnya perut terasa penuh dan menggelembung.

4. Konsumsi serat yang tepat
Serat adalah elemen penting dalam diet, tetapi untuk mengimbangi penyimpanan air yang menyebabkan penggelembungan, makanlah serat dalam buah-buahan seperti apel dan pear yang memiliki banyak kandungan air.

5. Awasi pengobatan
Perut yang mengembang adalah efek samping dari konsumsi obat. Aspirin kadang-kadang menyebabkan masalah perut yang memicu sembelit dan penggelembungan, termasuk pil kontrasepsi.

6. Hindari sembelit
Sembelit didefinisikan sebagai memiliki lebih sedikit dari tiga kali buang air besar dalam seminggu atau jika terlibat ketegangan. Sebagai akibat perut terasa menambah besar. Untuk merangsang isi perut, tingkatkan konsumsi serat dari buah-buahan dan sayuran, lakukan secara gradual untuk menghindari fermentasi dan produksi gas yang berlebihan.

7. Olahraga
Olahraga memang salah satu cara yang wajib ditempuh untuk menghilangkan si perut buncit. Olahraga akan membantu menggerakkan cairan dalam perut yang dapat menyebabkan perut besar dengan mendorongnya keluar dari jaringan dan masuk aliran darah dimana akan dilkeluarkan sebagai keringat atau dibawa ke empedu untuk dikeluarkan sebagai urine. Olahraga yang disarankan antara lain aerobik.